“Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Bokepindobaru Deket kok rumahnya teh. Yang tidur dirumahku. Cahaya remang-remang yang masuk ke dapur dari ruang keluarga, membantu ku melihat kontolnya yang lumayan besar dan putih. Sepertinya, Budi juga menuju kamar mandi tamu. Sembari menjemur, farel masih tidak sadar kalau ada aku disampingnya. Umpan nya dimakan ikan. Dengan keadaan kamar mandi gelap, dia sepertinya kewalahan, susah mencari mana lubang yang benar. Mereka biasa ketawa-ketawa, beemain gitar, minum-minum alkohol, kalau au sedang mood, aku suka ikut sebentar hanya untuk minum.Saat itu, tatapanku akhirnya berakhir pada seorang laki-laki berperawakan tinggi, dengan tubuh tegap dan kulit putih. “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Sialnya aku gak bisa mendesah dan teriak.




















