Kami justru bersetubuh denga leluasa tanpa pengaman. Lama kami saling berpelukan. Bokepindobaru “Selamat ya dik…” kataku. Mulanya dia ragu. Aku membuka seluruh pakaianku bertelanjang aku menadah air pancur yang sejuk di kepalaku. Ibu melepaskan celananya dan kini dari pusat sampai ke bawah, telah telanjang. Kuciumi lehernya seraya terus meraba pentil teteknya yang masih kecil. AKu akan buat adikku nikmat, bisik hatiku. Aku langsung tidur, karean keletihan mengkayuh sepeda.Dalam aku tertidur, aku merasakan, kemaluanku seperti dielus-elus. Aku mengisap-isap perlahan teteknya. Aku menganguk. Aku terusmenjilatinya sampai akhirnya kedua kakinya melemas. “Kita tidur-tiduran lagi ya, Mas?” kata Suti. Tiba-tiba ombak di depan menggelombang. Ibu yang tidak memakai celana dalam kukangkangkan. Ketika aku panggi namanya SUti, Suti memintaku agar aku memanggilnya Bu ne, sembari tersenyum.




















