“Duh, kamu kuat sekali Dit”, pujinya melekapkan wajah di dadaku. Kata ibuku adik-adikku yang masih kecil tidak akan membantu membuat Tante Ratih tenteram, lagi pula adik-adikku itupun takut jangan-jangan didatangi arwah tetangga yang sudah mati itu hehehehe.Lalu malamnya aku pergi ke rumah Tante Ratih lewat pintu belakang. Bokepindo “Tante, ini teh telornya masih ada”, kataku. Dan pembantunya sudah dua minggu dia berhentikan karena kedapatan mencuri. Karena tampangku yang mirip keling, teman-temanku memanggil aku Pele, karena aku suka main sepakbola.Tapi sekalipun aku jelek dan hitam, otakku cukup encer. “Ya, Tante?”
“Tolong temani Tante mencari senter”. Kulihat di meja makan terhidang roti mentega dengan botol madu lebah Australia disampingnya dan semangkok besar cairan kental berbusa. Tapi dia mengambil inisiatif. Memang kebiasaanku bangun pagi-pagi sekali.




















