Tersenyum padaku, mendekatiku dan mencumbuku dengan mesra. Bokepindo Di dalam kamar aku terdiam tak mampu berkata apapun, sementara sayup-sayup terdengar keributan di kamar tadi, yang kini ku yakin, mereka adalah teman-teman Randy. Aku masih meraba-raba apa yang terjadi, sampai lambat laun kesadaranku pulih. Aku terus berusaha mendorong, mencakar tetapi dua tangan kekarnya menangkap dua pergelangan tanganku dan mendorongnya ke atas kepalaku, satu tangannya kemudia menggenggamnya erat, sementara tangan satunya berusaha menurunkan celananya, aku terus mengeliat-geliat melakukan perlawanan. Dan…kembali siraman cairan putih kental hangat hinggap di wajahku, sementara di belakang gerakan maju mundur terus terjadi. Yang membuatku kian panik adalah menyadari bahwa semua pria bewajah ganteng di kamar itu…. Pantaslah jika kuliahnya kacau.




















