Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai merasakan agak pening di kepalaku, tubuhku pun limbung. Bokep baru Mas Anggi berjanji untuk melunasi utangnya itu. Toh dia juga yang membelikan gelang itu. “Aku benar-benar puas Ric, kamu memang hebat”, pujinya. Dia hanya menjawab “Aku mencari penghasilan tambahan Ric”, jawabnya singkat.Mas Anggi makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dengan mulut berbau alkohol, jalannya agak sempoyongan, rupanya dia mabuk. Suamiku memang jago dalam permainan ini. Bahkan sampai larut malam. “Kita jalankan saja peran masing-masing. Aku makin tidak enak hati mendengar ucapan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba menahan diri, karena Mas Anggi berutang uang kepadanya. Aku mulai bertanya-tanya, sejak kapan suamiku mulai gemar minum-minum arak. Tentu saja waktuku banyak tersita untuk mendidik Rizal.Mas Anggi berkerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang produksi kayu, sedangkan aku hanya tinggal di rumah.










