Kubiarkan kehausan Norma melahap aku dengan buas dan liarnya. Kini aku semakin tak mampu menahan gelinjang syahwatku. Bokep baru Ibu ini tanpa ba bi bu, dengan piring makannya langsung mengekor aku mencari kursi kosong di taman. Aku dipepetkannya ke dinding. “Apa salahnya ‘makan lezat’? Tak ayal lagi, langsung disambutnya ku. “Lhoo.. Makan sambil mikirin, yookk”
Dalam iringan gamelan pengantar pengantin aku beranjak keluar ruang tenda. Yang tanpa sungkan dan malu memang berharap aku memberikannya perhatian khusus. Aku dengarkan desahan dan rasa pedih pada jambakan tangannya di rambutku. Aku pandang itu adalah bentuk keramahan umum dalam acara pesta macam ini. Bermenit-menit kami berpagut sambil tangan Norma mengurut-urut kemaluanku agar mau kembali keras ngaceng. Lidahnya terus menyapu kepalanya yang berkilatan karena tekanan keras dari urat darahnya. Aku melayang dalam nikmat birahi. Rupanya ibu ini pinter sekali memplesetkan omonganku tadi. Ibu ini tidak cantik, maksud saya biasa-biasa




















