Tante Ratih diam beberapa saat.“Di kamar tidur Tante?”, tanyanya.“Ya saya tidur di bawah”, kataku. Bokep baru Semua mengejar, kiper terjatuh dan aku tiba lebih dulu. Melihat ayam atau ****** main saja, aku bisa tegang. Kuingat kata-kata pelatih sepakbola-ku. Tak kusangka aku bakalan dapat durian runtuh, berkesempatan tidur di samping Tante Ratih yang cantik banget. Dan aku mereguk sisanya sampai habis. Pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang sedikit mencolok menjadi sorotan tajam masyarakat. Aku bisa tak mampu berpikir apa-apa lagi kalau gadis dan perempuan cantik itu lewat di depanku. Karena Tante Ratih itu putih. Meqi Tante enak sekali.”“Mau lagi?” tanyanya menggoda.“Iya Tante, mau sekali”, kataku tak sabar dengan melingkarkan tangan di bahunya.“Tapi yang slow ya Dit? Dan juga jangan sekali-kali bilang sama ibumu”.“Ah buat apa itu saya bilang-bilang?




















