Namun kemudian rasa penasaran mendorongku untuk kembali mengintip. Tedy jangan !”, kak Dewi memohon ketika aku mencoba dan memaksa untuk kedua kalinya.“Tedy udah gak tahan kak ! Bokepindobaru (Besok harus mencuci sarung bantal…masa bodo…!!!!)…………….Sejak kejadian malam itu, pandanganku terhadap kak Dewi mengalami perubahan. Pasti tidak terlewat ! Ada ketakutan dimatanya.“Masalah apa ?”,“Sinta…!”,“Oh…!”, aku mengangguk perlahan.“Jangan sampai Mamah tahu !’,Aku hanya menatapnya, lalu tersenyum hambar.“Janji ?!”, kak Dewi menatapku dalam-dalam.“Janji !”, kataku sambl mengacungkan telunjuk dan jari tengahku.“Tedy boleh minta apa aja, pasti kakak turutin, syaratnya satu, gak boleh bocorin rahasia !”,“Tenang…aman !’, kataku agak bergetar.“Tedy mau minta apa sama kaka?”, nampaknya kak Dewi mencoba bernegosiasi, he he….“ng…gak minta apa-apa deh…mmm…”, sungguh tak terpikir untuk minta sesuatu pada kak Dewi, lagi pula aku sama sekali gak kepirkiran untuk membocorkan rahasianya.




















