“Uhh, Ohh.. Bokepindo Tiba-tiba dia sudah ada di hadapan saya. Apalagi setelah ia mengatakan itu, ia menatap saya dalam-dalam sambil menyunggingkan senyum aneh.Ia lalu melangkah mendekati saya. Karena apartemen saya agak jauh, ia menyarankan saya untuk tinggal di apartemennya. Wanita mafia pula! Kedua buah susunya tidak besar, namun kencang dan indah. Namun saya melihat sekeliling, lemari pakaiannya kebetulan terbuka, memamerkan gaun-gaunnya yang mahal dan berwarna warni, sederet sepatu yang menjadi impian tiap wanita, laptop dan ponsel yang menunjukkan tingkat kemapanan hidupnya, lalu.. Dua susu saya pun terasa agak membengkak.“Ohh, Jenny.. Ohh..”Jenny seperti tidak perduli, ia terus saja membuat kedua puting ini merasakan rangsangan luar biasa. Saya terdiam, dan tanpa sadar air mata mengalir di pipi saya.“Aku tahu apa yang ada di hati kamu, Von.” ujar Jenny membaca situasi.




















